Di tengah kerasnya kehidupan Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, ada persinggahan bagi anak-anak yang biasa mangais rezeki di sana. Rumah singgah tersebut bernama Al Barkah. Letaknya di akses keluar bus antarkota antarprovinsi (AKAP), atau dekat dengan gardu listrik.

Rumah singgah ini dibuat untuk memberikan perlindungan serta edukasi bagi anak-anak tersebut. Sosok di balik rumah singgah tersebut adalah Raden Supardi atau pria yang akrab disapa Bang Nur. Berangkat dari semangat ketiadaan tanpa memiliki bekal pendidikan yang cukup tinggi, ia bertekad untuk memberikan kehidupan yang lebih baik bagi anak-anak remaja di Terminal Kampung Rambutan. "Saya ini orang kampung, orang pedalaman. Aslinya saya lulusan SD itu pun tidak ada ijazahnya, jadi minim pendidikan umum dan agama juga Bang," Supardi ketika ditemui Kompas.com di rumah singgahnya, Senin (18/6/2018).

Di tengah kerasnya kehidupan Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, ada persinggahan bagi anak-anak yang biasa mangais rezeki di sana. Rumah singgah tersebut bernama Al Barkah. Letaknya di akses keluar bus antarkota antarprovinsi (AKAP), atau dekat dengan gardu listrik. Rumah singgah ini dibuat untuk memberikan perlindungan serta edukasi bagi anak-anak tersebut. Sosok di balik rumah singgah tersebut adalah Raden Supardi atau pria yang akrab disapa Bang Nur. Berangkat dari semangat ketiadaan tanpa memiliki bekal pendidikan yang cukup tinggi, ia bertekad untuk memberikan kehidupan yang lebih baik bagi anak-anak remaja di Terminal Kampung Rambutan. "Saya ini orang kampung, orang pedalaman. Aslinya saya lulusan SD itu pun tidak ada ijazahnya, jadi minim pendidikan umum dan agama juga Bang," Supardi ketika ditemui Kompas.com di rumah singgahnya, Senin (18/6/2018).

Penulis : Stanly Ravel
Editor : Icha Rastika